Selama ini, banyak sistem peringatan dini mengandalkan isyarat visual (sirine, pesan teks, notifikasi layar), yang kurang inklusif bagi warga dengan keterbatasan penglihatan. Inovasi Prof. Madlazim mengatasi celah tersebut dengan menghadirkan pemberitahuan berbasis suara dan vibration alert yang dapat diterima cepat dan jelas, sekaligus panduan suara langkah demi langkah untuk menentukan arah evakuasi yang aman.
Aplikasi ini direncanakan terhubung dengan data resmi kebencanaan untuk menampilkan notifikasi real-time terkait gempa pemicu dan potensi tsunami. Fitur aksesibilitas dirancang mengikuti praktik desain inklusif agar dapat digunakan secara mandiri oleh penyandang tunanetra.
Dampak dan Kesesuaian SDGs
Pengembangan teknologi ini sejalan dengan SDGs Poin 11: Sustainable Cities and Communities, yang mendorong kota/komunitas aman dan tangguh. Harapannya, adopsi luas aplikasi mampu mempercepat respon, mengurangi risiko korban, dan memperkuat budaya siaga bencana yang inklusif.
Pernyataan
“Bencana datang tanpa kompromi—informasi keselamatan harus dapat diakses semua orang. Teknologi ini kami rancang agar setara dalam memberi peringatan, termasuk bagi saudara-saudara penyandang disabilitas,” ujar Prof. Madlazim.